commandin front of the santri. Jihad Resolution is a manifesto. of the nationalism of Indonesian clerics and clerics in. upholding the bui lding of Indonesian independence that th e. nation's Mahasiswa/Alumni Universitas Indonesia27 Januari 2022 0225Hai Putri S., kakak bantu jawab ya. Upaya rakyat Indonesia melawan penjajahan Belanda dibagi menjadi dua masa, yaitu sebelum 1908 dan setelah 1908. Keduanya diklasifikasikan, karena memiliki karakter perlawanan yang berbeda. Untuk lebih detailnya, yuk simak penjelasan berikut. Pada masa penjajahan Belanda, rakyat melakukan perlawanan atas tindakan kesewenangan yang menyengsarakan rakyat. Para ahli mengklasifikasikan gerakan ini atas dua gerakan, yaitu 1. Gerakan Perlawanan sebelum 1908 Gerakan perlawanan pada masa ini memiliki ciri sebagai berikut a. Perjuangan bersifat lokal atau kedaerahan. b. Secara fisik dengan menggunakan senjata tradisional, seperti bambu runcing, golok, atau senjata tradisional lainnya. c. Dipimpin oleh tokoh-tokoh karismatik, seperti tokoh agama, atau bangsawan. d. Bersifat sporadis atau musiman. Diantara perlawanan rakyat sebelum tahun 1908, yaitu Perang Aceh, Perang Diponegoro, Perang Padri, Perlawanan rakyat Maluku. 2. Gerakan Perlawanan setelah 1908 Gerakan perlawanan pada masa ini memiliki ciri sebagai berikut a. Organisasi yang dibentuk bersifat modern. b. Lebih terarah atau terorganisasi. c. Bersifat nasional tidak kedaerahan. d. Dipelopori oleh kaum terpelajar. Pada masa ini atau dikenal masa pergerakan nasional, ditandai dengan munculnya organisasi modern yang memiliki cita-cita kemerdekaan, diantaranya; Perhimpunan Indonesia, Indische Partij, Partindo, PNI-baru, PNI, dan lain-lain. Semoga membantu ya.
Setelahbangsa Indonesia bersatu untuk mengusir penjajah, maka makna persatuan setelah itu adalah persatuan segenap manusia Indonesia untuk mengikis kemiskinan dan ketimpangan sosial yang ada. Selain itu juga persatuan melawan korupsi, persatuan melawan perusakan lingkungan, dan yang paling utama adalah persatuan menegakkan cita-cita

› Perang lawan Covid-19, kini tengah berjalan. Sejarah dan pengalaman bangsa Indonesia mampu mengusir penjajahan tersebut. Dengan analogi sejarah dan pengalaman itu, bangsa Indonesia yakin bisa menang melawan Covid-19. OlehCyprianus Anto Saptowalyono 7 menit baca TANGKAPAN LAYAR KANAL YOUTUBE HEBITREN OFFICIAL Suasana istigasah Nasional dan Refleksi Kemerdekaan ke-76 RI yang digelar Himpunan Ekonomi Bisnis Pesantren Hebitren secara daring, Minggu 8/8/2021.Berikhtiar dan berdoa adalah hal yang mesti dilakukan oleh seluruh umat manusia, tak terkecuali di saat menghadapi musibah. Tanggung jawab dan kebersamaan seluruh elemen masyarakat bernilai penting menghadapi masalah. Hal ini dibuktikan di saat Indonesia mampu melawan penjajah dan meraih kemerdekaan dahulu. Hal sama pun diperlukan di saat bangsa Indonesia sekarang tengah menghadapi cekaman pandemi Covid-19 yang melanda bumi dan negeri ini serta di seluruh antara lain mutiara hikmah yang dapat dipetik pada Istighosah Nasional dan Refleksi Kemerdekaan ke-76 Republik Indonesia. Acara yang digelar Dewan Pengurus Pusat Himpunan Ekonomi dan Bisnis Pesantren Hebitren Indonesia dan dipusatkan di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, dilaksanakan secara daring Minggu 8/8/2021 malam. Hadir pada kesempatan tersebut Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin, Menteri Agama KH Yaqut Cholil Qoumas, para ulama, Gubernur Bank Indonesia H Perry Warjiyo, Gubernur Jawa Timur Hj Khofifah Indar Parawansa, dan Ketua Umum DPP Hebitren Indonesia KH Moh. Hasib Wahab Chasbullah.> Baca juga Pesantren Berpotensi Besar sebagai "Motor" Pemberdayaan EkonomiMengawali sambutannya, Wapres Amin menuturkan, dirinya berharap bahwa selain sebagai pusat pendidikan dan pusat dakwah, pesantren juga menjadi pusat pemberdayaan ekonomi masyarakat. “Allah membuat, menciptakan kamu dari bumi. Menumbuhkan kamu dari bumi. Dan, Allah juga memerintahkan kamu semua untuk memakmurkan bumi. Memakmurkan dunia ini,” katanya di awal LAYAR KANAL YOUTUBE HEBITREN OFFICIAL Wakil Presiden Ma'ruf Amin saat memberikan sambutan pada Istigasah Nasional dan Refleksi Kemerdekaan ke-76 RI yang digelar Himpunan Ekonomi Bisnis Pesantren Hebitren secara daring, Minggu 8/8/2021.“Allah membuat, menciptakan kamu dari bumi. Menumbuhkan kamu dari bumi. Dan, Allah juga memerintahkan kamu semua untuk memakmurkan bumi. Memakmurkan dunia ini” Wakil Presiden Ma'ruf AminUntuk itu, Wapres Amin melanjutkan, kita semua tentu harus membangun serta menggali kunci-kunci dan sebab-sebab kehidupan. Hal ini termasuk melalui pengembangan ekonomi dengan semua sektornya, baik pertanian, pertukangan, peternakan, industri, pertambangan, dan sebagainya. Tugas kita untuk membangun dan mengembangkan hal tersebut, pengembangan ekonomi bukan sekadar kebutuhan tetapi juga berkaitan dengan masalah agama yang sesuai syariah. “Oleh karena itu kita sekarang sedang mengembangkan ekonomi dan keuangan syariah. Dan kita harapkan, dengan bangkit dan munculnya Hebintren, pengembangan ekonomi pesantren akan menjadi lebih kuat,” ujar Wapres Amin menuturkan bahwa saat ini seluruh dunia, termasuk Indonesia, sedang menghadapi tantangan berat, yaitu Covid-19. Pandemi Covid-19 berdampak ke aspek kesehatan, sosial, ekonomi, dan aspek lainnya. Ada harapan pandemi Covid-19 ini akan segera berlalu dengan segala daya upaya TAMBUNAN Sebelum menerima vaksin Covid-19, warga dicek terlebih dahulu kondisi kesehatannya oleh petugas medis dalam kegiatan vaksinasi massal di Gelanggang Olahraga Kotabaru, Jambi, Sabtu 7/8/2021.Untuk menghadapi dan merespons Covid-19 ini orang beriman harus berpijak dan berpedoman pada pendidikan keimanan yang dituntunkan Allah SWT dan diajarkan Nabi Muhammad SAW serta para ulama. Setidaknya, ada beberapa hal yang menurut Wapres diperlukan untuk menghadapi dan merespons Covid-19.>Baca juga Wapres Amin Tanggulangi Covid-19 di Jabodetabek secara TerintegrasiPertama, Covid-19 dan juga musibah-musibah yang lain sebenarnya merupakan cobaan Allah. Hal ini karena sejak Allah menjadikan manusia ini sudah dinyatakan akan memberikan cobaan dan ujian. “Kehidupan di dunia ini adalah kehidupan tempat kita akan mengalami ujian. Jangan berharap kita lepas dari ujian-ujian itu,” kata Wapres ulama mengibaratkan kehidupan di dunia ini adalah tempat kita berlalu, yakni dari tempat yang penuh dengan ujian-ujian menuju tempat menetap yang penuh dengan balasan Allah SWT. Di titik ini, terletak arti penting kesabaran ketika menghadapi musibah. Bersyukur dan bersabar pun bernilai penting saat kita memperoleh kebahagiaan atau NURELDINE Muslim pilgrims pray near Mount Arafat, also known as Jabal al-Rahma Mount of Mercy, southeast of the holy city of Mecca, during the climax of the Hajj pilgrimage amid the COVID-19 pandemic, on July 19, 2021. - Muslim pilgrims gnearhered near Mount Arafnear on Monday in the high point of this year's hajj, being held in downsized form and under coronavirus restrictions for the second year running. Just 60,000 people, all citizens or residents of Saudi Arabia, have been selected to take part in this year's hajj, with foreign pilgrims again barred. Photo by Fayez Nureldine / AFPKedua, sabar tidak berarti diam. Kita semua diperintahkan untuk menjaga diri dan berobat kalau sakit. Masalah penanganan Covid-19, seperti dilakukan pemerintah dengan anjurannya untuk mematuhi protokol kesehatan, pengujian, penelusuran, dan vaksinasi pada hakekatnya adalah upaya menjaga diri dan kehidupan.> Baca juga Wapres Ma'ruf Amin Dorong Percepatan Vaksinasi Covid-19Upaya menjaga diri bukan hanya masalah kesehatan tetapi juga masalah keagamaan. Menjaga diri merupakan kewajiban agama. Menjaga diri adalah salah satu tujuan besar dari tujuan syariah. Syekh Nawawi al-Bantani mengatakan adalah wajib untuk menjaga diri dari bahaya yang akan datang.“Oleh karena itu, berobat, menjaga diri dari wabah, itu suatu kewajiban. Karena itu menjaga diri juga bukan semata masalah kesehatan, tetapi juga masalah agama, sesuai dengan syariah, bersifat upaya perlindungan diri, dan upaya menjaga diri,” ujar Wapres SRI ASTUTI Salah satu pekerja mengikuti vaksinasi Covid-19 secara massal yang diberikan gratis oleh Pemprov Jatim di pabrik Maspion, Sidoarjo, Sabtu 7/8/2021Wapres Amin menuturkan adalah benar dari sisi akidah ketika kita semua harus pasrah pada ketentuan Allah. Segala sesuatu dan ketentuan apa pun memang datang dari Allah. Tetapi, melakukan upaya dan ikhtiar juga merupakan bagian dari yang diperintahkan Allah kepada manusia. “Oleh karena itu di satu sisi kita harus berjuang, menjaga diri, dan mengobati kalau sakit karena itu memang perintah Allah. Tapi di sisi lain, kita juga pasrah dengan ketentuan Allah SWT,” jawab kebangsaanUpaya pemerintah menjaga bangsa juga merupakan bagian dari tanggung jawab kenegaraan. Tanggung jawab kenegaraan ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga tanggung jawab semua, termasuk para ulama. Dengan demikian, ada dua tanggung jawab yang mesti dilakukan dalam penanggulangan pandemi Covid-19, yakni tanggung jawab kebangsaan sekaligus tanggung jawab dua tanggung jawab yang mesti dilakukan dalam penanggulangan pandemi Covid-19, yakni tanggung jawab kebangsaan sekaligus tanggung jawab keagamaan. Wapres Ma'ruf AminMelalui istigasah, umat diajak berdoa memohon pertolongan kepada Allah. “Hal ini karena ketika kita menghadapi suatu masalah, kita harus meniti dan menanya; itu dari mana musibah datang? Siapa yang membuat musibah ini? Pasti jawabnya semua yang terjadi di dunia ini adalah kehendak Allah,” kata Wapres Amin Warga bergotong royong memasang umbul umbul untuk memeriahkan HUT RI ke 76 di perumahan di kawasan Larangan, Kota Tangerang, Banten, Minggu 8/8/2021. Warga bersepakat untuk tidak menyelenggarakan perlombaan untuk memeriahkan hari Kemerdekaan untuk menghindari kerumunan warga sebagai langkah antisipasi penularan itu, jika umat ingin terbebas dari masalah maka harus memintanya kepada Allah. Hal ini bukan karena kita tidak sabar sebab tidak mau menerima musibah. Sebab, kita menjadi berdosa kepada Allah kalau tidak mau menerima musibah. “Allah berfirman Kalau tidak rida kepada ketentuan-Ku, tidak sabar menerima cobaan-Ku, tidak syukur menerima nikmat-Ku, silahkan cari langit selain langit-Ku dan silahkan cari Tuhan selain Aku,” ujar Wapres Amin menuturkan, kita berdoa kepada Allah karena khawatir tidak kuat kalau terlalu lama ditimpa musibah. Kita berdoa kepada Allah agar jangan menimpakan kepada kita musibah yang tidak dapat terpikulkan. “Oleh karena itu kita mohon kepada Allah agar musibah ini segera diangkat. Karena berdoa itu adalah perintah Allah SWT. Tetapi, di dalam masalah ijabah, itu adalah hak prerogatif Allah,” hal itu, lanjut Wapres Amin, setelah beristigasah kita menunggu. Allah akan memberikan menurut apa yang dipilih Allah, bukan seperti yang dipilih manusia. “Dalam waktu yang juga dikehendaki oleh Allah, bukan pada waktu yang engkau kehendaki. Jadi, berdoa adalah wajib. Urusan ijabah adalah urusan Allah. Menunggu itu juga ibadah,” kata Wapres HELABUMI Suasana lengang di kawasan pertokoan di Masyestik, Jakarta Selatan, saat masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat PPKM level 4, Senin 2/8/2021. PPKM darurat di Jawa-Bali yang kemudian diubah menjadi PPKM level 4 sudah berlangsung selama satu bulan. Kebijakan membatasi mobilitas warga untuk mengendalikan penularan Covid-19 tersebut membuat sektor perekonomian masih terus tertekan. KOMPAS/RADITYA HELABUMI 02-08-2021Jika Indonesia sehat, tambah Wapres Amin, maka ekonominya tentu juga akan bangkit. Hal ini akan bisa dicapai apabila seluruh masyarakat Indonesia mematuhi aturan-aturan pemerintah dalam rangka pengendalian Covid-19 di negeri ini. “Dan kemudian kita akan jadikan, sesudah itu, momentum untuk kebangkitan ekonomi nasional,” katanya berjuangMenag Yaqut Cholil Qoumas dalam sambutannya menuturkan, melalui doa bersama dan refleksi kemerdekaan ke-76 RI tersebut diharapkan kita semua bisa bahu membahu, bekerja sama, untuk menyukseskan kebijakan pemerintah menghadapi pandemi Covid-19. “Sebagaimana dulu para pahlawan berjuang dalam merebut kemerdekaan dari kolonial, maka hari ini mari kita sama-sama berjihad melawan wabah,” LAYAR KANAL YOUTUBE HEBITREN OFFICIAL Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas saat memberikan sambutan pada Istigasah Nasional dan Refleksi Kemerdekaan ke-76 RI yang digelar Himpunan Ekonomi Bisnis Pesantren Hebitren secara daring, Minggu 8/8/2021.Menag Yaqut menuturkan jihad ekonomi dapat diwujudkan dengan membantu mereka yang lemah dan membutuhkan uluran tangan, terutama yang terdampak Covid-19 secara langsung. Jihad ilmu dapat dilakukan dengan mengedukasi dan memberikan literasi kepada masyarakat bahwa wabah Covid-19 adalah sesuatu yang nyata sehingga semua mesti waspada. Melalui upaya tersebut masyarakat dapat selalu menaati peraturan dan tidak mudah pula termakan hoaks atau berita bohong dan fitnah.> Baca juga Wapres Amin Jurnalis Ujung Tombak Penyampai Informasi Covid-19Jihad dapat pula dilakukan dengan menahan diri tetap berada di rumah. Apabila terpaksa harus keluar rumah, semua mesti menerapkan protokol kesehatan agar tidak terpapar Covid-19. Jihad dapat dilakukan dengan melawan dorongan nafsu negatif seperti sifat individualistik, eksklusif, ekstremitas, antidialog, dan sifat-sifat buruk lainnya. “Dalam suasana pandemi Covid-19 ini tentu dibutuhkan rasa kebersamaan dan empati antara kita semua,” papar Menag Yaqut suasana pandemi Covid-19 ini tentu dibutuhkan rasa kebersamaan dan empati antara kita semua. Menag Yaqut Cholil QoumasRefleksi sejarah perjuanganKH Ahmad Bahauddin Nursalim atau Gus Baha saat menyampaikan tausiyah terkait refleksi kemerdekaan RI juga menuturkan, antara lain, ada banyak catatan sejarah bahwa kita pernah sukses menghadapi penjajah di saat masyarakat berada dalam segala kesederhanaannya. Hal yang menjadikan kuat adalah dimilikinya mental bahwa kita semua bertanggung jawab terhadap proses sosial, yakni dalam hal ini proses kemerdekaan serta proses berbangsa dan LAYAR KANAL YOUTUBE HEBITREN OFFICIAL KH Ahmad Bahauddin Nursalim atau Gus Baha saat menyampaikan tausiyah terkait refleksi kemerdekaan RI saat pandemi pada Istigasah Nasional dan Refleksi Kemerdekaan ke-76 RI yang digelar Himpunan Ekonomi Bisnis Pesantren Hebitren secara daring, Minggu 8/8/2021.“Mental menjaga, mental memberi, dan mental bertanggung jawab ini yang menjaga kita. Sehingga dulu para TNI, para pejuang, itu di kampung-kampung dikasih ketela, dikasih gembili, dikasih uwi sejenis umbi bisa makan. Gara-gara punya mental memberi ini bangsa kita merdeka,” kata Gus menjaga, mental memberi, dan mental bertanggung jawab ini yang menjaga kita. Gara-gara punya mental memberi ini bangsa kita merdeka.Gus BahaGus Baha menuturkan masalah bangsa, termasuk masalah pandemi Covid-19, adalah masalah bersama. Penyelesaian masalah ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah. “Hal ini karena dalam Islam diajarkan siapa pun yang punya kemampuan ikut membantu, ya, wajib membantu. Jadi, ukurannya itu siapa pun yang mampu, bukan hanya yang sedang bertugas,” Baha dengan sederhana mengilustrasikannya dengan sebuah contoh. Ketika ada orang yang akan tenggelam, maka orang yang berada di dekatnya dan mampu membantu harus segera membantu orang tersebut agar tidak tenggelam tanpa perlu menunggu dulu datangnya tim SAR atau regu pencari dan penyelamat.

Pilihanc menunjukkan upaya yang dapat dilakukan masyarakat dalam memperkukuh NKRI. Menjunjung tinggi hukum dan peradilan menunjukkan adanya penghormatan pada hukum. Masyarakat juga diwajibkan berpartisipasi aktif dalam pembangunan dan memajukan pendidikan nasional sebagaimana diatur dalam UUD NRI Tahun 1945.
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Kembali ke cermin masa lalu, kita semua tahu bahwa Indonesia dahulu pernah dijajah. Dan untuk lepas dari penjajahan itu tidak semudah yang kita bayangkan. Beberapa cara dilakukan oleh Negara Indonesia untuk menyelamatkan diri dari penjajahan. Lantas, apa strategi Negara Indonesia untuk lepas dari penjajahan?Di awali dengan Jepang mengalami kekalahan atas sekutu dalam perang Asia Pasifik. Berita kekalahan ini, masih dirahasiakan oleh Jepang. Meskipun demikian, berita kekalahan Jepang tersebut dapat pula diketahui oleh para pemimpin Indonesia, khususnya para pemuda. Keadaan tersebut, dimanfaatkan oleh pihak Indonesia khususnya para golongan pemuda, karena mereka menyadari bahwa telah terjadi vacuum of power kekosongan kekuasaan di Indonesia. Keadaan tersebut dimanfaatkan dengan cara, mengadakan koordinasi antar pemuda untuk mendesak Bung Karno dan Bung Hatta untuk segera memproklamasikan juga Kisah Pilu Wanita Korban Jugun Ianfu Masa Penjajahan Jepang Para pemuda melakukan pertemuan dengan para golongan tua di jalan Pegangsaan Timur no. 56, Jakarta. Dalam pertemuan itu, Sutan Syahrir meminta agar Bung Karno dan Bung Hatta segera memproklamasikan kemerdekaan Indonesia. Namun, Bung Karno tidak menyetujui usul dari Sutan Syahrir karena, proklamasi kemerdekaan perlu dibicarakan dahulu dalam rapat PPKI. Dikarenakan PPKI memiliki tugas untuk mempersiapkan kemerdekaan Indonesia. Para golongan muda menolak pendapat Bung Karno. Mereka berpendapat bahwa, menyatakan kemerdekaan melalui PPKI, tentu akan dicap oleh sekutu bahwa, kemerdekaan Indonesia hanyalah pemberian Jepang. Para pemuda tidak menginginkan kemerdekaan Indonesia dianggap sebagai hadiah dari Jepang. Dengan demikian, usaha pertama para pemuda untuk membujuk Ir. Soekarno mengalami belum berhasil membujuk Bung Karno, maka pada tanggal 15 Agustus 1945 pukul WIB, para pemuda kembali mengadakan rapat di Lembaga Bakteriologi di jalan Pegangsaan Timur. Kali ini rapat dipimpin oleh Chairul Saleh. Keputusan rapat mengajukan tuntutan radikal yang menegaskan bahwa kemerdekaan Indonesia adalah hak dan persoalan rakyat Indonesia sendiri. Dan tidak dapat digantungkan kepada orang dan negara lain. Hasil keputusan rapat, disampaikan kepad Bung Karno pada pukul WIB oleh Darwis dan Wikana. Wikana menghendaki agar proklamasi kemerdekaan Indonesia dinyatakan oleh Bung karno pada keesokan harinya tanggal 16 Agustus 1945. Mereka mengancam akan terjadi pertumpahan darah jika keinginan ini tidak Karno marah karena mendengar ancaman tersebut. Sebagai ketua PPKI, dirinya tidak dapat melepaskan tanggung jawabnya. Sehingga, bersikeras ingin membicarakan terlebih dahulu kepada anggota PPKI lainnya. Suasana tersebut, berubah menjadi tegang dan disaksikan oleh para tokoh nasionalis golongan tua, seperti drs. Muhammad Hatta, Mr. Iwa Kusuma Sumantri, Ar. Buntaran, Dr. Samsi, dan Ahmad Soebardjo. Tampaknya, terjadi perbedaan pendapat mengenai pelaksaan proklamasi antara golongan tua dan golongan muda. Baca juga Kebijakan Komunikasi di Bidang Media Cetak Era Penjajahan Belanda sampai Tahun 1945 Karena terjadi perbedaan pendapat, maka para golongan muda sepakat untuk menculik Bung Karno dan membawanya ke Rengasdengklok. Setelah melalui peristiwa rengasdenglok, akhirnya rombongan Soekarno-Hatta sampai di Jakarta pada pukul WIB. Soekarno-Hatta setelah singgah di rumah masing-masing, kemudian bersama rombongan lainnya menuju rumah Laksamana Tadashi Maeda, untuk merumuskan teks proklamasi Indonesia. Ahmad Soebardjo, memohon agar para tokoh pergerakan diperbolehkan berkumpul di rumah Maeda, untuk membicarakan persiapan proklamasi kemerdekaan Indonesia besok pagi. Laksamana Maeda pun mengizinkan dan menjamin keselamatan mereka di malam itu, Soekarno-Hatta juga menemui kepala pemerintahan umum, Mayor Jenderal Nishi Mura untuk menjajaki sikapnya tentang rencana proklamasi kemerdekaan Indonesia. Ternyata Nishi Mura tidak berani mengizinkan proklamasi kemerdekaan Indonesia, karena takut disalahkan oleh sekutu. Dengan demikian proklamasi kemerdekaan Indonesia memang harus dilakukan lepas dari pengaruh itu juga langsung dilaksanakannya musyawarah antara golongan muda dan golongan tua. Mereka yang merumuskan teks proklamasi, berada di ruang makan, yakni Ir. Soekarno, memegang pena dan kertas, Drs. Mohammad Hatta dan Ahmad Soebardjo turut mengemukakan, ide-idenya secara lisan. Ahmad Soebardjo menyampaikan kalimat pertama yang berbunyi, kami bangsa Indonesia menyatakan dengan ini kemerdekaan Indonesia, Mohammad Hatta kemudian menyempurnakan kalimat kedua yang berbunyi, hal-hal yang mengenai pemindahan kekuasaan dan lain-lain, diselenggarakan dengan seksama dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya. 1 2 Lihat Pendidikan Selengkapnya

IlmuPengetahuan Sosial 195 Melacak perjuangan bangsa dalam menghadapi berbagai terpaan pada masa lalu sangat penting karena menjadi cermin kehidupan sekarang dan yang akan datang. Pada bagian ini, kalian akan mempelajari bagaimana perubahan masyarakat Indonesia pada masa penjajahan dalam aspek geograi, ekonomi, sosial, dan politik.

Hai adik-adik kelas 6 SD, berikut ini Osnipa akan membahas materi Upaya Mempertahankan Kemerdekaan Indonesia Melalui Perlawanan Fisik/Pertempuran. Pembahasan akan fokus kepada Mengapa Belanda ingin menjajah kembali Indonesia? Mengapa Tentara dan rakyat perlu bersatu untuk mempertahankan kemerdekaan? Jelaskan penyebab terjadinya pertempuran di Kota Surabaya! Mengapa Belanda melancarkan agresi militer ke-1? Apa yang dilakukan TNI dan pemerintah dalam menghadapi Agresi militer Belanda ke-2? Ketika bangsa Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya, banyak pihak asing yang tidak menyetujuinya. Pihak-pihak asing tersebut antara lain Sekutu, terutama Belanda dan Inggris. Demikian pula dengan Jepang. Banyak tentara Jepang yang masih tersisa di Indonesia belum mengetahui jika mereka telah kalah dan menyerah kepada Sekutu. Mereka juga belum tahu jika bangsa Indonesia telah merdeka. Belanda datang kembali ke Indonesia dengan membonceng Inggris. Inggris merupakan perwakilan Sekutu di Asia Tenggara. Tentara Inggris ini diberi nama AFNEI di bawah pimpinan Jenderal Sir Philip Cristison Inggris bertugas melucuti senjata tentara Jepang yang masih ada di Indonesia serta membebaskan tawanan perang Sekutu. Kedatangan Inggris yang ternyata juga diboncengi tentara sipil Belanda yang disebut NICA ditentang oleh rakyat dan Pemerintah Indonesia. Mereka tidak menghormati kedaulatan bangsa Indonesia. Perlawanan rakyat terjadi di mana-mana. Perjuangan rakyat dalam rangka mempertahankan kemerdekaan Indonesia dilakukan dengan dua cara, yakni perlawanan fisik dan diplomasi. Perlawanan fisik dilakukan dengan kontak senjata. Adapun perjuangan dengan diplomasi dilakukan melalui meja-meja perundingan. Upaya Mempertahankan Kemerdekaan Indonesia Melalui Perlawanan Fisik/Pertempuran Pertempuran 10 November 1945 di SurabayaPertempuran 10 November 1945 di Surabaya, yang kemudian setiap tanggal 10 November diperingati sebagai Hari Pahlawan. Berawal dari tewasnya Jenderal Mallaby, pimpinan Sekutu. Adapun tokoh terlibat adalah Bung Tomo, Gubernur Suryo, Kolonel Ambarawa 15 Desember 1945Palagan Ambarawa, terjadi pada tanggal 15 Desember 1945 di Ambarawa Jawa Tengah. Kemudian, setiap tanggal 15 Desember diperingati sebagai Hari Infantri Nasional. Insiden ini bermula dari Sekutu mempersenjatai tawanan yang sudah dibebaskan. Sekutu juga membebaskan orang-orang Belanda secara sepihak. Adapun tokoh yang terlibat dalam peristiwa ini antara lain Kolonel Isdiman dan Kolonel Lautan Api 23 Maret 1946Bandung Lautan Api, terjadi pada tanggal 23 Maret 1946. Insiden ini bermula dari Ultimatum Sekutu meminta senjata yang diperoleh dari tentara Jepang untuk diserahkan kepada Sekutu. Namun rakyat Bandung menolaknya, bahkan membakar Kota Bandung agar tidak dikuasai Sekutu. Tokoh yang terlibat antara lain Moh. Toha, Abdul Haris Nasution, dan Suryadi Area 10 Desember 1945Medan Area terjadi pada tanggal 10 Desember 1945 karena orang-orang Belanda menginjak-injak bendera Merah Putih. Tokoh yang terkenal adalah Ahmad Umum 1 Maret 1949 di YogyakartaSerangan Umum 1 Maret 1949 di Yogyakarta. Peristiwa ini dipicu Belanda yang menduduki Kota Yogyakarta dan mempropagandakan bahwa TNI telah hancur. Tokoh yang terlibat antara lain Letkol Soeharto dan Sultan Hamengkubuwono IX. Agresi Militer Belanda Aksi Pilisionil atau juga dikenal dengan sebutan Agresi Milite Belanda, adalah operasi militer yang dilancarkan oleh militer Belanda di Jawa dan Sumatera terhadap Republik Indonesia yang dilaksanakan dari 21 Juli sampai 15 Agustus 1947 aksi pertama dan dari 19 Desember 1948 sampai 5 Januari 1949 aksi kedua Agresi Militer I Operatie Product Operasi Produk Agresi Militer Belanda I direncanakan oleh Van Mook, dia merencanakan negara-negara boneka dan ingin mengembalikan kekuasaan Belanda atas Indonesia. Untuk mencapai tujuan tersebut pihak Belanda melanggar perundingan Linggarjati yang telah disepakati sebelumnya, bahkan mereka menyobek kertas perjanjian tersebut. Kemudian pada tanggal 21 Juli 1947, Belanda melancarkan aksi militer pertama dengan target utama kota-kota besar di pulau Jawa dan Sumatera. Agresi Militer Belanda 1 ternyata menimbulkan reaksi yang hebat dari dunia internasional. Pada tanggal 30 Juli 1947, pemerintah India dan Australia mengajukan permintaan resmi agar masalah Indonesia segara dimasukkan dalam daftar acara Dewan Keamanan PBB. Pada tanggal 1 Agustus 1947, Dewan Keamanan PBB memerintahkan penghentian dari kedua belah pihak yang mulai berlaku tanggal 4 Agustus 1947. Agresi Militer II Operatie Kraai Operasi Gagak Agresi militer kedua dimulai pada tanggal 18 Desember 1948. Pihak Belanda yang tetap bersikukuh menguasai Indonesia mencari dalih untuk dapat melanggar perjanjian yang telah disepakati. Bahkan pihak Belanda menuduh jika pihak Indonesia tidak menjalankan isi perundingan Renville. Oleh karena itu pihak TNI dan pemerintah Indonesia sudah memperhitungkan bahwa sewaktu-waktu Belanda akan melakukan aksi militernya untuk menghancurkan republik Indonesia dengan kekuatan senjata. Untuk menghadapi kekuatan Belanda itu, didirikan Markas Besar Komando Djawa NIBKD yang dipimpin oleh Kolonel Abdul Haris Nasution dan Markas Besar Komando Sumatra MBKS yang dipimpin oleh Kolonel Hidayat. Belanda melancarkan agresinya yang kedua dengan menggempur Ibu Kota RI, Yogyakarta. Pada agresi militer kedua ini, terjadi perubahan nama KTN komisi tiga negara menjadi UNCI dan pada saat agresi militer Belanda kedua ini, TNI meluncurkan serangan umum 1 Maret 1949 yang dalam waktu 6 jam TNI berhasil kembali menduduki Yogyakarta. 1. Mengapa Belanda ingin menjajah kembali Indonesia? PembahasanKarena Belanda tidak mengakui kemerdekaan Indonesia dan ingin menjadikan Indonesia sebagai negara boneka Belanda. 2. Mengapa Tentara dan rakyat perlu bersatu untuk mempertahankan kemerdekaan? PembahasanDengan bersatu tentu kita akan semakin kuat, tidak mudah terpecah belah sehingga dapat mempertahankan kemerdekaan. 3. Jelaskan penyebab terjadinya pertempuran di Kota Surabaya! PembahasanPertempuran di Surabaya disebabkan oleh kedatangan Sekutu untuk melucuti senjata Jepang. Masyarakat Surabaya marah dan menolak untuk menyerahkan senjata. Masyarakat melakukan serangan untuk mengusir Sekutu yang menyebabkan pemimpin sekutu Jendral Mallaby tewas. Hal tersebut memicu sekutu untuk menyerang kota Surabaya. Hingga terjadilah perang di Kota Surabaya. 4. Mengapa Belanda melancarkan agresi militer ke-1? PembahasanKarena Belanda ingin mendirikan negara-negara boneka dengan target utama kota-kota di pulau Jawa dan Sumatra. Mereka juga ingin mengembalikan kekuasaan Belanda atas Indonesia. 5. Apa yang dilakukan TNI dan pemerintah dalam menghadapi Agresi militer Belanda ke-2? PembahasanMendirikan Markas Besar Komando Djawa NIBKD yang dipimpin oleh Kolonel Abdul Haris Nasution dan Markas Besar Komando Sumatra MBKS yang dipimpin oleh Kolonel Hidayat. Serta meluncurkan serangan umum 1 Maret 1949. Demikian pembahasan mengenai Upaya Mempertahankan Kemerdekaan Indonesia Melalui Perlawanan Fisik/Pertempuran. Semoga bermanfaat. Pengunjung 1,447 Melainkandidorong oleh keinginan untuk menguasai yang pada akhirnya membuat rakyat sengsara. Tak ayal, gelombang perlawanan terhadap para penjajah pun bermunculan. Secara umum, strategi perlawanan Bangsa Indonesia terhadap penjajahan bangsa Eropa dibagi menjadi dua pembabakan, yakni sebelum abad ke-20 dan setelahnya. Halo teman cerita!Indonesia dulu bukan merupakan sebuah negara kesatuan seperti saat ini. Namun, karena merasakan penjajahan masyarakat Indonesia pun bersatu dalam melawan penjajahan. Bagaimana upaya segenap rakyat indonesia dalam melawan para penjajah?Mari kita kupas di artikel ini!Penjajahan dan PenderitaanDibawah Belanda, banyak hal yang dilakukan dalam menjajah Indonesia. Hal tersebut seperti kerja rodi, tanam paksa, monopoli perdagangan oleh Belanda dan banyak hal lainnya. Selain itu diskriminasi rasial pun menambah ketegangan antara penjajah dan rakyat. Hal ini menyebabkan penderitaan pada rakyat Indonesia dan berusaha untuk melakukan ini perlawanan selalu dilakukan kedaerahan dan tidak pernah berbuah hasil. Perlawanan terhadap penjajahan pun berubah seiring berjalannya waktu, di mulai dari dalam negeri maupun luar Perlawanan Sebagaimana Upaya Segenap Rakyat Indonesia dalam Melawan Para PenjajahPerlawanan di daerah sudah lama dilakukan oleh para pahlawan tetapi perjuangan ini dengan mudah dipatahkan Belanda. Semakin modern perlawanan dilakukan oleh para kaum intelektual mulai dari Budi Utomo hingga Max Havelaar. Perlawanan tidak hanya dilakukan di dalam negeri tetapi di luar negeri pun banyak melakukan perlawan melalui intelektual inilah yang memicu adanya persatuan antar daerah untuk melawan penjajah. Munculnya organisasi nasional seperti Budi Utomo, Sarekat Islam, Indische Partij yang menyebarkan nasionalisme di Indonesia. Organisasi ini membawa berbagai paham baru dari Eropa seperti nasionalisme, liberalisme dan lainnya. Selain itu, banyaknya gerakan anti kolonialisme muncul di Asia dan Afrika yang mendorong Indonesia untuk Jepang dan KemerdekaanBerbagai organisasi yang muncul pun tidak menjamin Indonesia dapat merdeka dengan cepat. Perang dunia II pun membawa banyak perubahan di Indonesia. Jepang sebagai negara Axis pun mulai merebut negara jajahan Eropa di Asia Tenggara termasuk Indonesia. Jepang juga banyak menjanjikan kemerdekaan untuk menarik simpati negara di negara – negara ini. Indonesia juga tertarik pada janji ini dan berusaha membantu Jepang untuk memenangkan Jepang menyadarkan Indonesia untuk segera mengumumkan kemerdekaan. Indonesia khawatir Belanda akan kembali dan berusaha menguasai Indonesia lagi. Setelah deklarasi kemerdekaan pun Belanda tetap datang dan berusaha menguasai Indonesia kembali. Perang pun pecah di Indonesia untuk melawan Belanda dari agresi pertama hingga kedua. Pada akhirnya Belanda harus mengakui kemerdekaan Indonesia setelah melalui konflik yang panjang dan tekanan dari negara rakyat Indonesia sudah dimulai sejak negara Eropa singgah di Indonesia. Perlawanan pada akhirnya efektif jika menggunakan diplomasi yang handal, bukan hanya perlawanan fisik. Indonesia bisa merdeka karena perjuangan baik fisik maupun diplomasi. Kemerdekaan Indonesia bukan hanya milik satu golongan tetapi milik seluruh rakyat Indonesia. Begitulah sekilas cerita soal bagaimana upaya segenap rakyat indonesia dalam melawan para penjajah. Menurut kamu hal apa sih yang bisa dilakukan buat merdeka? Tulis di kolom komentar ya! . 410 435 438 413 278 116 410 400

bagaimana upaya segenap rakyat indonesia dalam melawan para penjajah